Kisah Tentang Pernikahan dan Perjodohan di Korea Selatan
Min Jung sudah menjalani tiga tahun pacaran dengan kekasihnya ketika pacarnya tiba-tiba menyampaikan ketidakinginan untuk menikah. Keputusan itu sangat mengejutkan Min Jung. Meski selama ini Min Jung selalu mengira mereka akan menikah suatu hari nanti.
Keputusan impulsif Min Jung untuk mendaftar ke biro jodoh muncul saat ia melihat iklan saat sedang berbaring di tempat tidur sambil menggunakan ponsel. “Mengapa tidak?” pikirnya. Dan itulah yang mengantarkannya pada pertemuan dengan Tae Hyung, yang kini menjadi suaminya.
Detail Pernikahan:
-
Lama Pernikahan: Bulan keempat.
-
Awal Bertemu: Bukan cinta pada pandangan pertama, tetapi mereka merasa nyaman satu sama lain.
Peran Biro Jodoh:
-
Pemilihan Klien: Berdasarkan pekerjaan, aset keuangan, dan latar belakang keluarga.
-
Penyesuaian Kriteria: Khusus untuk Min Jung dan Tae Hyung, kesamaan sebagai pekerja kantoran di Seoul menjadi titik awal yang sukses.
Pandangan Sosial dan Realitas:
-
Booming-nya Industri: Hampir 1.000 agen menawarkan layanan perjodohan di Korea Selatan pada 2024.
-
Perubahan Persepsi: Lebih banyak individu muda melihat jasa ini sebagai cara praktis untuk menemukan pasangan.
Tantangan:
-
Biaya dan Tekanan: Kisaran biaya antara US$1.400 hingga US$5.600 membuat sebagian merasa tertekan.
-
Ekspektasi vs. Kenyataan: Tak semua perjodohan berakhir sukses; ada yang merasa kriteria terlalu berorientasi pada status sosial.
Konteks Sosial:
- Menurunnya Angka Pernikahan: Korea Selatan tetap memiliki angka pernikahan rendah, seiring dengan faktor jam kerja panjang, harga rumah tinggi, dan biaya perawatan anak yang mahal.
Campur Tangan Pemerintah:
- Acara Kencan Kilat: Seongnam, sebuah kota di tenggara Seoul, merangkum upaya pemerintah dalam mengatur acara kencan untuk mendorong pertemuan langsung antara individu lajang.
Meskipun layanan perjodohan terus berkembang, terdapat perdebatan mengenai sejauh mana pemerintah seharusnya campur tangan dalam urusan pribadi, sementara sebagian masyarakat menyoroti pentingnya dukungan pada aspek lain seperti cuti melahirkan dan biaya hidup.